ketika jagat raya mulai tersenyum, kutahu aku akan lenyap dalam debu zaman yang bahkan mungkin tidak pernah aku hirup amonianya sekalian. aku adalah anak angin, matahari, planet-planet, bahkan bintang-bintang sampai galaksi. aku bukanlah sang pujangga surya yang berani mengangkat kepalanya dengan angkuh untuk menantang matahari tapi aku adalah sang atom kecil yang hanya hidup untuk Yang Maha Hidup, aku mati untuk hidup dan aku hanya merindukan Yang Terkasih Yang Memberikan Kasih, hakekat, dan cinta dalam diriku.
1 komentar:
okk you alright. can i see youb opinion next time
Poskan Komentar